R A W A P A D A

Saling berbagi dan merawat kehidupan

Salah Iblis ?

Dimuat dalam sebuah buku Renungan Harian Next Spirit edisi Juni 2011

Bacaan : Apabila seorang dicobai,janganlah ia berkata:”pencobaan ini datang dari Allah!”sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun. Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri,karena ia diseret dan dipikat olehnya (Yakobus 1:13-14).

Suatu hari sang Iblis berpapasan dengan Tuhan. “ Tuhan, manusia itu benar-benar kelewatan !” masa mereka mencuri, korupsi, memperkosa, bunuh diri, dsbnya. “ Masa aku sih yang disalahkan?”. Protes siIblis. Lalu Tuhan berkata : “sabar Blis !, waktu bencana alam, banjir atau longsor, merekapun bilang kalau pencobaan itu datangnya dari Aku”.

 Bagi saya, cerita ini terkesan konyol tapi sekaligus menampar pipi kita. Ketika kita diperhadapkan pada situasi yang sulit karena suatu musibah, katakanlah bencana alam. Kita condong menyalahkan Tuhan ketimbang melakukan koreksi diri. Sewaktu negeri ini tak hentinya dirundung bencana alam seperti gempa, Tsunami, longsor atau banjir bandang. Kita pun berasumsi bahwa Tuhan sedang memberikan pencobaan. Apa benar begitu ?

 Rasul Yakobus dengan tegas berkata : “tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri,karena ia diseret dan dipikat olehnya”. Sekarang kita mundur kebelakang, apa yang sudah dilakukan manusia terhadap alam sekitar? Tengoklah hutan kita yang masih terus terjadi pembalakan liar, pembuangan limbah sampah industri, kota yang sesak oleh rumah kaca, pemanasan global, maka ekosistem pun terganggu. Jadi semua akibat ulah kita sendiri yang penuh dengan keinginan pribadi.

 Salah satu ajaran Yakobus  yang harus kita aplikasikan ketika musibah menimpa diri kita adalah dibalik sebuah musibah kita harus tahan uji. Yakobus ingin agar kita bersukacita di dalam berbagai pencobaan. Bukan menyalahkan orang disekitar kita atau bahkan Tuhan. Ujian iman bukan saja membantu kita bertumbuh, ia bahkan membantu mempersiapkan agar kita layak menerima mahkota kehidupan di hari nanti. Di sinilah letak makna penting dari ujian iman. Ingatlah, pencobaan-pencobaan yang kita alami itu terjadi tidak melebihi batas kekuatan kita. Karena Tuhan mengerti akan batas kemampuan kita. Dan Tuhan tak akan pernah memberi ular beracun pada yang minta roti.

 Pambudi Nugroho – 23 Maret 2011

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: