R A W A P A D A

Saling berbagi dan merawat kehidupan

Archive for the category “Sosial”

Nyanyi Bisu Sang Kemarau

Malam larut.

Jangkrik berpantun dengan katak.

Rumput tertindih embun.

Belut merayap ke bibir sawah.

Pinggir kota yang jejal.

Senyap.

(tiba-tiba, bunyi membelah malam tak lagi lengang. Ada nada hangat dibawah bukit hijau) Baca lebih lanjut…

Iklan

Belajar Dari Krisis Cinta

18072009334Tersebutlah satu kisah kehidupan dua sosok manusia dalam sebuah peristiwa parodi, yang akan menjadi perjumpaan kita pada kesempatan tulisan saya kali ini.

Sebut saja dua manusia itu Pam dan Budi, adalah dua orang petani yang tinggal berdekatan disebuah perkampungan ramai. Walaupun sama-sama petani dan hidup bertetangga, sikap keduanya sangat jauh berbeda. Satu sore, sapi kepunyaan Pam menyenggol pagar kebun Budi, hingga beberapa batang pohon jagung roboh.

Sebenarnya hanya kejadian kecil,dan Pam sudah meminta maaf serta memperbaiki kerusakan itu. Namun, sikap negatif yang dimiliki Budi membuatnya yakin bahwa tetangganya itu sengaja menyuruh sapi-sapinya merusak kebun, karena iri dengan tanamannya yang lebih subur. Baca lebih lanjut…

Ratapanku Pada Surat Terbuka

Kepada Yang terhormat :

Para kandidat Presiden RI

Dibumi tercinta Indonesia Merdeka

Dalam surat terbuka ini aku menulis.

Karena aku rakyat biasa , maka kita jarang surat-suratan. Mungkin tidak pernah. Mungkin pula , Bapak dan Ibu tidak mengenal aku. Dan akupun tidak mengenal kalian.

bukan berarti ” tidak kenal maka tak sayang ” Justru aku menulis karena aku adalah rakyat yang menghormati Paduka ku yang mulia.

Mau tidak mau ,

Suka atau tidak suka

Masa bodoh atawa Perduli

Aku adalah bagian dari rakyatmu yang harus diayomi dan dilindungi. Siapa pun nanti yang menggantikan Presiden lama pada bingkai di dinding rumah ku pada ruang keluarga.

Ya , begitu juga diruang keluarga istana merdeka atau sampai keruang keluarga bilik bambu pinggiran kota dan desa yang tergusur. Ah ! , Luarbiasa Itu !. ( Atau janganjangan rakyat memang tak pernah punya Foto Presiden kecuali Bung Karno ?? Au ah gelap )

Tapi aku usul , supaya nanti Foto atau gambar presiden yang baru tidak lagi tersenyum , kalau bisa sedang menangis. Maksudku.. bukan pura-pura menangis ataupun tangisan buaya loh ??


Karena ketika rakyat sedang menangis kehilangan sawahnya , rumahnya ,pekerjaannya ataupun keadilannya , maka gambar presiden itupun tidak lagi tersenyum.

Paling tidak , sama-sama menangis dengan rakyat.

Konon dengan menangis, Bapak dan Ibu nanti bisa awet muda. Menangisi rakyatmu berarti semakin dekat dengan Pencipta. Dan sang Ilahi yang maha agung itu akan menguatkan Bapak dan Ibu sebagai Presiden untuk bertahan mencintai rakyatmu.

Bapak dan Ibu calon – calon Pemimpinku.

Dalam surat terbuka ini aku tak berhenti menulis.

Sebelum sidik jariku ternoda tinta di bulan Juli nanti. Tinta yang dibeli dari uang rakyat juga. Dari Rakyat , Oleh Rakyat dan Untuk Rakyat. Marilah kita duduk bersama, sambil mengamati tangan-tangan kita ;

Jari-jemari kita ternyata berjumlah sepuluh

Kandidat Presiden berjumlah sepuluh.

Dalam Ten of Commandments “Sepuluh Perintah Tuhan , dari sepuluh salah satunya berbunyi :

Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.

Andai Bapak / Ibu nanti terpilih dan disumpah secara agama , ingatlah untuk tidak berdusta , ketika melihat dan mendengar rakyat yang di rampas haknya , rakyat yang diperkosa keadilannya. Lihatlah itu lembaran hitam yang mungkin lama ditumpuk di gudang lemari sekretariat Negara.

Andai Bapak / Ibu sudah duduk di Istana Negara , dihari pertama , Jangan terlalu lama duduk. Nanti sakit pinggang. Terus jadi malas. Cepatlah pergi kepelosok Tanah air. Anggap saja rekreasi untuk mengobati stress waktu kampanye.

Mutar – mutar dari pinggiran Jakarta dan terbanglah ke Papua. Konon disana tak bedanya dengan Ethopia. Kelaparan. Mohon dicek dan Recek , apa benar petani diaceh ,sumatera , sulawesi dan jawa , semua sudah kebagian pupuk. Sekalian mampir kesurabaya ,kampungnya Lumpur Panas Lapindo Brantas.

Apa benar sudah mendapatkan ganti rugi 100%. Oh …iya ..Bapak / Ibu.. nanti kalau cari menteri tenaga kerja mohon tidak perlu orang pintar. Yang penting jujur dan berlatang belakang semangat aktivis sejati kaum buruh. Kasus pelanggaran HAM juga jangan lupa.

Pokoknya jangan pergi dulu kenegara tetangga , apalagi Eropa. Jangan katakan rumput tetangga lebih hijau, Ah….Itu mitos. Kita lebih hijau dan ekonomi kita cukup tangguh ketika Eropa krisis.

Buktinya tiap Parpol masih bisa mencari dana milyaran untuk sebuah kampanye. Entah uangnya darimana. Lihat saja Golkar. Alokasi dananya 300 Milyar, Habis untuk iklan dimedia cetak dan elektronik. Bukan main. Padahal banyak rakyat kita yang tidak bisa baca.

Pokoknya Bapak / Ibu , kita itu paling gesit cari dana untuk kampanye ketimbang cari dana untuk membuat sekolah ,sekolahnya .. Laskar Pelangi.

Yang Terhormat , Yang kita kasihi,

Bapak Presiden Sby , Om Wiranto , Om Prabowo , Om Yusuf , Kakek Amin Rais , Bung Yos , Kakek Syamsuddin , Mbak Mega ,Pak de Gede Sri Sultan, ( Satu lagi .. siapa ya ..Lupa aku Gusdur Bukan ??@# )

Jika kalah dalam pemilu nanti , lapangkanlah dadamu dengan senyum lebar. Selebar daun kelor dan seluas Pulau pulau dinegri tercinta ini ( Gitu aja kok Repot !! )

Ndak perlu sakit hati. Yang terpilih nanti biarlah didukung. Jangan di jegal pakai tangan rakyat. Kasihan rakyat kita. Sudah sekarat.

O H …..¦Gusti ampuuuuuuuuuun.

Membela rakyat mu yang tersisih , tidak harus menjadi Presiden. Melayani rakyat mu yang tertindas , tidak perlu menjadi orang nomor satu. Karena jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya.

Begitupun nanti yang terpilih dari pilihan rakyat,

S E L A MA T ..Selamat, karena anda bukan menjadi majikan. Tetapi menjadi pelayan. Dan harus rela

meninggalkan jubah kebesaran istana. Untuk melayani rakyatmu yang sudah setia memilihmu.

Jangan pernah membungkam mulut rakyat hanya karena sebuah koreksi. Jika koreksi dibungkam. Maka yang tersingkir adalah Kejujuran. Dan yang terbenam adalah Kebenaran.

Inilah surat terbukaku yang tidak pernah tertutup. Doa kami agar Presiden terpilih nanti menjadi Penjahit yang akan menjahit kain yang nyaris rantas dan terserpih itu.

Dari Rakyatmu ,

Pambudi Nugroho diminggu cerah 08 February 2009

Post Navigation