R A W A P A D A

Saling berbagi dan merawat kehidupan

Kumpulan sajak status FB-ku (4)

BERITA HARI INI

Tanah Airku ini berdiri gagah

Dengan lutut lalu Ibu jari cedera.

Ia menatap kosong kearah ramainya panggung pementasan.

Rupanya tengah berlangsung drama Century, Gayus,

Klasik bermunculan skenario asal jadi.

Ditempat lain Raja dan Punggawanya menikmati drama nan picisan itu,

Tiba-tiba ada yg berceloteh sambil mengorek sisa makanan digiginya,

; “Pertumbuhan ekonomi diprediksi bakal naik jadi 5.7%…..”

Penonton bisu. Tak ada tepuk tangan.

Pambudi Nugroho – 15 April 2010

 

DETIK-DETIK PASKAH

Dua hari ini sengaja aku memang berjaga.

Tugas prakondisi dalam lakon pementasan itupun bakal selesai.

Dipelataran kursi kayu rapi berbaris aku tetap bersabar menunggu subuh yang lama dinanti.

Tapi pasti aku percaya, Ia menepati janji-Nya yang tlah digenapi.

Sebagai kabar penebusan dan Pengharapan.

” Selesailah sudah” KataMu,

dan selesailah pula tugasku difajar ini

Pambudi Nugroho – 4 April 2010

 

AKU JATUH SAKIT

Tubuhku lemas diranjang karna Trombositku menurun.

Dengan jari gemetar aku menulis sajak.

Untuk mu, sahabatku pohon tua jambu mede.

Yang kini terpenjara oleh tembok pembangunan.

Aku tahu, pohon itu ingin bernostalgia denganku.

Sabarlah, aku pasti datang melawatmu.

Doakan aku supaya pulih.

Agar bisa kau pangku aku lagi seperti dulu,

 dan mendengar kisah lamamu yang tersembunyi.

Pambudi Nugroho – 26 maret 2010

 

WAJAH ASING MEMBAWA CITA

Aku memang tak pernah KENAL wajah sang pencipta Facebook,

itu tak penting bagiku.

Tuhan tahu, ketika hidup sarat individualistis saat ini,

 ternyata kekuatan jari-jari dikeyboardmu telah mengantarkan perjumpaanku

pada sebuah kenangan yang hampir 21 tahun tenggelam.

Aku nikmati itu,

Terima kasihku.

Pambudi Nugroho – 23 Maret 2010

 

SALIBMU

Digedung setinggi langit aku mengintip ngeri,

arak-arakan kota berpesta kebencian.

Amarah berselimut caci & siksa.

Rintihan-Mu begitu ngilu, luka-lukaMu menggelepar dinyerinya ketidakadilan, sadis!

Kudengar pekik-Mu parau menembus jantung seisi negeri.

Lalu, hitam pekat tiba-tiba.

Matahari menangis menutup wajahnya.

Awanpun berhenti.

Tirai suci yang sombong itu terbelah dua.

Sungguh, orang ini adalah orang benar.

Pambudi Nugroho – 14 Maret 2010

 

KUTU AIR

Sajak terbuka ini ditujukan untuk Penguasa di negeri ini.

Aku rakyat biasa yang salah memilihmu.

Aku usul, jika sidang paripurna dilanjutkan hari rabu,

dan masih membawa petaka bagi rakyat,

sebaiknya rapat dipindahkan saja kepuncak gunung gede.

Siapa tahu, bertemu nenek sinto gendeng,  

guru besar pendekar kapak maut 212, Wiro sableng.

Biar sableng, tapi punya nurani untuk adil dan benar

Pambudi Nugroho – 3 maret 2010

 

LAMUNAN NAKAL

Dentingan piano itu sayup terdengar

mesra berkolaborasi dengan gesekan pelepah daun kelapa.

Merdu sekali.

Sementara Angin mulai nakal memainkan helai rambutmu satu demi satu,

wangi menerpa wajahku dan entah mengapa,

aku menangkap pesan saat pantulan cahaya lampu 5 watt memantul dibola matamu.

Pambudi Nugroho -  1 April 2010

 

DARI DAPUR IBU

( kupersembahkan untuk istri ku tercinta di hari ultah ke-36 )

Pacarku,

Tengok dan tataplah!

Adalah jalan siput diatas pasir

Adalah jalan ular diatas cadas

Adalah jalan kapal ditengah laut

Adalah jalan cinta pria dengan wanita

 36 tahun berlalu sudah

Tak ada letih kau menghitung hari

Tapi bukan rayuan lagu Kridayanti

Usiamu menjadi jejak dalam kepak sayap kenang

Keringat dan airmatamu bergayut ditangkai asa

Kau sudah tak muda lagi

 Tunanganku,

Tengok dan renungkanlah !

Hewan pelanduk adalah bangsa yang lemah

Namun gubuknya dibukit batu

Cicak yang kau tangkap dirumahmu

Ternyata ada didinding istana raja

36 tahun lalu kau tercipta sudah

lapar.

Susah.

Dahaga.

Cinta mu bertumbuh kokoh berakar baja

Lahir dari Cinta atas dunia yang marah

 Istriku,

Tengok dan raihlah !

Ketika kau pantas dianugerahi ; wanita agung

Sama seperti ibuku, ibumu dan nenek kita

Yang setia merawat pohon cinta

Kenakanlah itu dijemari kecilmu

 36 tahun berdandan dan berdendang

Biarlah salju mengisi hatimu

Biarlah mulutmu harum penuh hikmat

Biarlah lidahmu sarat pencerahan

Saat aku dan anak-anak bangun pagi memelukmu

Penuh bahagia mengecup cinta dihari jadimu

Pambudi Nugroho – 12 Desember 2009

 

LEMBAYUNG MERINDU

Lalu aku tersangkut dahan ditingkat merapuh,

Sepi meninggi.

Sesuatu, entah digelas-gelas kopi.

Setumpuk 13 puntung rokok memompa jantung dan angan.

Kita cuma bisa ingin saling sabar menipu hati ; kau dengan kesepian yang tak

mampu kumengerti; dan aku punya kepedihan yang tak pernah kau miliki.

Pambudi Nugroho – 10 September 2011

 

 

 

One thought on “Kumpulan sajak status FB-ku (4)

  1. Terima kasih atas statunya k’ren banget….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: