R A W A P A D A

Saling berbagi dan merawat kehidupan

Sebuah Dunia Yang Marah

Sebuah tontonan , disusun oleh : Arthur John Horoni  –  07 Maret 1982

Bahan referensi : I Korintus 13 : 1 – 13

I Yohanes 4 : 7 – 21

Sajak WS Rendra, Sebuah Dunia Yang Marah

 

Naskah ini  dipentaskan oleh Dapur Teater PRPO – April 07 tahun 1996 pada perayaan Paskah Gereja Pouk Depok II Timur

———————————————————————————————————————————————————————————

 

( I )     Parados – Nyanyian

 

( II )    Prosesi iman , Persaudaraan , kontemplasi ….

Pemimpin : Meskipun saya dapat berbicara dengan berbagai bahasa manusia,

Bahkan dengan bahasa malaikat sekalipun,

Tetapi saya tidak mengasihi orang lain,

Maka saya hanya seperti gong yang berkumandang

Atau seperti genta yang gemerincing,

Meskipun saya mempunyai kesanggupan

untuk menyampaikan berita dari Allah, dan saya

mengerti semua  hal yang dalam – dalam,

dan saya tahu segala sesuatu ;

Meskipun saya mempunyai iman yang besar sehingga

saya dapat memindahkan gunung,

Tetapi saya tidak mengasihi orang lain,

Maka saya orang yang tidak berarti apa – apa…

Meskipun semua yang saya miliki,

Saya tidak sedekahkan kepada orang miskin,

Dan Meskipun saya membiarkan badan saya dibakar,

Tetapi saya tidak mengasihi orang lain,

Maka semuanya tidak ada gunanya sama sekali.

Hening………………………………………………………………………

( III )  Perjalanan, angin, badai , perang , bencana

Orang 1 : Setelah dua buah perang dunia Senapan bicara dan Mesiu

diudara  Betapakah wajah dunia ?

Orang 2 : Setelah segala pidato dan perbincangan Lembaga – lembaga

yang bagus didirikan Untuk bertengkar, dalam seribu

semboyan Dan tikaman dari belakang,

Betapakah nafas dunia ?

Cakar – mencakar , kalang kabut , pengungsian ………( Situasi 1 )

Bocah                            :  Disini dibagian bumi ini

Muncullah wajah – wajah yang luka

Dalam kelam malam jiwa

Perempuan                 : Tidak perlu sebuah peta

Untuk menunjukkan dimana

Inilah sebuah dunia yang marah

Laki – laki :  Penuh mata yang nyalang dan liar,

Wajah – wajah yang buas dan putus asa,

Dan Tangan – tangan yang gemetar

Menggenggam hidup yang hambar.

Semua :   Maka  ; Gubuk, Manusia , dan Sampah

Tak ada bedanya

Penuh dendam tak berdaya

Rintihan  : TUHAN KASIHANI KAMI…. KRISTUS KASIHANI KAMI ……

( IV )  Hening dalam remuk redam ………………..

Pemimpin              : Kasih itu sabar dan baik hati

Kasih tidak meluap dengan kecemburuan , tidak membual

,Tidak tinggi hati.

Kasih tidak angkuh ,tidak kasar ,

Kasih tidak memaksa orang lain untuk mengikuti

kemauannya sendiri

Pemimpin   : Tidak cepat tersinggung, dan tidak menyimpan dalam

hati Kalau tidak menjadi senang kalau ada ketidak adilan, ia

hanya senang dengan yang benar.

Kasih tahan menghadapi segala sesuatu dan mau

Percaya akan yang terbaik pada setiap orang ,

Dalam keadaan yang bagaimanapun juga

Kasih tidak pernah hilang harapannya

Dan sabar menunggu segala sesuatu

Kasih  tidak akan luntur.

( V )   Prosesi putus asa ………………………………

Perempuan            :  Perang dunia dan pemberontakan

Tidak merubah bumi lesi disini

Pembunuhan demi pembunuhan

Dendam demi dendam

Tidak berbuah apa – apa

Selain dosa , kebimbangan ,

Dan ketidak percayaan.

Laki – laki :  Tidak berbuah apa – apa

Selain mengorbankan yang tak berdaya

Ah ,  wajah – wajah yang selalu bertanya

Didorong kedunia sangsi dan dusta

Merekapun sebatangkara

Tumbuh dari dosa. Berbuahpun dosa.

Yang tertembak , yang terluka , yang lapar , yang terkapar …………..

Bocah :  Bumi disini tetap terluka

Orang – orang miskin melangkah dalam lapar

Mereka adalah kayu yang meranggas

Perempuan :  Mereka menyesali kelahirannya

Tetapi menolak kematiannya

Laki – laki :  Mereka mandul. Ialah tak berbuah

Mereka mati. Ialah tak berdaya

Semua :  Mereka menelungkup diatas bumi

Itulah bundanya Sedang yang lain , semua musuhnya

( VI )      Tablo sunyi………………………………………………………………...

Pemimpin :  Saudara – saudara yang tercinta

Marilah kita  mengasihi , satu sama lain

Sebab kasih berasal dari Allah

Orang yang tak mengasihi, tidak mengenal Allah ;

Sebab Allah adalah kasih

Allah menyatakan kasihnya didalam hati kita

Karena Ia mengutus Anaknya yang tunggal

Kedalam dunia supaya kita memperoleh hidup

Melalui anaknya itu.

Inilah kasih :

Bukan kita yang sudah mengasihi Allah ;

Tetapi Allah yang mengasihi kita

Dan mengutus anaknya supaya dengan dia

Kita mendapat pengampunan atas dosa – dosa kita

( VII )  Realitas yang barbar……………………………………………….

Bocah : Diatas bumi compang – camping disini

Mengungkaplah kehidupan manusia yang berdarah

Yang telah lama mengidapkan dosa

Diluar sadarnya.Diluar pilihannya.

Perempuan : Tuhan pun berdiri diantara mereka

Terluka bersama mereka

Dan dunia menolaknya

Laki – laki : Tuhan menangis bersama mereka

Tapi mereka tidak tahu

Semua : Tuhan yang sedih dan menderita

Terlanda kaki yang marah

Terlanda oleh dendam

Dan ketakutan yang resah

Perempuan            : Bapa !

Bagaimana menghindari kematian

Itulah masalah mereka yang utama

Bukan tentang kebajikan atau dosa

Betapa mereka mengerti suara sorga

Bila suara kehidupan belum pernah didengarnya ?

Laki – laki :  Bapa !

Sementara dunia mengerti Cuma senapan dan dusta

Ulurkanlah dengan tangan Mu penuh kasih

Jantung Mu yang penuh cinta dan luka

Hanya pada luka

Dunia mengerti cinta

Pemimpin : Kemudian Yesus berkata kepada orang banyak ;

Orang yang mau mengikuti saya

Harus melupakan kepentingannya sendiri ,

Memikul salibnya tiap – tiap hari ,

Dan terus mengikuti saya.

Prosesi jalan salib …………………………………………………………………

Semua : Tuhan menangis dan mengerti

Tuhan selalu menangis dan mengerti

Selalu ditikam. Selalu dikhianati.

( VIII )  Perenungan ……………………………………………………

Pemimpin :  Kita mengasihi sebab Allah sudah terlebih dahulu mengasihi

kita.

Kalau seseorang berkata : saya mengasihi Allah ,

Tetapi ia membenci saudarannya Orang itu pendusta ,

Sebab orang yang tidak mengasihi saudaranya yang

dilihatnya,

Tidak mungkin bisa mengasihi Allah yang tidak dilihatnya

Sebab itu , inilah perintah yang diberi kristus kepadakita ;

Barangsiapa mengasihi Allah

Harus mengasihi saudaranya juga

Semua :  Bersalam – salamlah satu sama lain

Secara mesra sebagai saudara Kristen

Maranatha – Tuhan , datanglah segera …

Nyanyian : ………………………………………………………..

%d blogger menyukai ini: