R A W A P A D A

Saling berbagi dan merawat kehidupan

Kebangkitan : Dialog Para Murid

Karya : Pambudi Nugroho

Ide cerita  : Lukas 23 : 33 -56a , Luk 24 : 56b – 12

————————————————————————————————————

Refleksi Paskah diantara ilustrasi percakapan para murid yesus antara :

-         Thomas : Mewakili pikiran modern , Globalisasi

-         Yudas : Mewakili kepentingan pribadi

-     Petrus : Mewakili kesalehan pribadi , rajin berdoa

————————————————————————————————————

Dini hari menjelang kematian sang penebus di bukit Golgota , beberapa sketsa salib melatarbelakangi 3 buah level hitam di tengah panggung. Tiba – tiba saja ada keributan. Tampak Petrus & Thomas memukuli Yudas sambil berteriak : PENGKHIANAT !!

Petrus : Tega sekali , kau mengkhianati kami Yudas !

Aku tak menyangka , ternyata engkau pembunuh !

( sambil mencekik leher Yudas )

Dibayar berapa !! Berapa !!! hah….Jawab !!

Yudas :  ( Menangis terisak – isak )

“ Tiga puluh uang perak”

Petrus & Thomas :    APA !!  Tiga puluh uang perak ??

Petrus : Hanya demi 30 uang perak kau menyerahkan Yesus !

Dasar bajingan !!

Yudas : ( Menangis terisak – isak )

Tidak !! 30 keping perak , tidak cukup bagiku !

Aku..aku…….aku hanya takut. Kau Tahu ……berapa lama

kita  mengikut Yesus, dalam suka dan duka. Tetapi

MANA ??….MANA…HASILNYA !! aku hanya sebagai

bendahara.

Aku manusia biasa, yang ingin kebahagiaan dan

kedudukan seperti lainnya.

Petrus & Thomas : ( terdiam )

Petrus : ( bangkit lalu menghampiri Yudas )

Kau harus mati !! Yudas !…kau tidak mengenal kasih

Tuhan.

Kau …harus..MATI !!

Yudas : Aku tahu…aku memang ingin mati…( semakin menangis )

Tetapi…lihat. Lihatlah dirimu Petrus !. Tidak usah kau bicara ajaran kasih Tuhan. Dimuka orang banyak saja ,

kau tidak   berani mengakui bahwa kau muridnya. Ingat!….Ingat !Petrus.. Tiga kali kau menyangkal Yesus.

( Sambil menunjuk kepada Petrus ) Kau….kau…sebenarnya Opurtunis ! Tidak pantas kau menjadi   murid Yesus …..

HUAHAAAA ( tertawa terbahak-bahak ) aku harus mati………..aku..harus ..matiiiiiiiiiiiii

( berlari keluar panggung )

Sunyi————————————————————————————————

Petrus : Kita sebenarnya tidak beda dengan Yudas.

Saya bertemu sendiri dengan Guru.

Tetapi kita harus realistis Thomas !

Pihak penguasa tentu saja tidak akan diam terhadap kita

untuk menghilangkan bukti – bukti dan kesaksian.

Thomas : Kau terlalu mendramatisir ketakutan mu Petrus !

Dia sudah bangkit dari antara orang mati. Lalu ….perlu

apa kita  takut atau kuatir ?? Bukankah maut sudah

dikalahkan Tuhan.

Petrus : Aku tahu itu …

Orang – orang yang semula meneriakkan Hosana

!!Hosana !!

adalah justru orang – orang yang meneriakkan :

Salibkan dia !!

Salibkan dia !!

Thomas : Petrus ! Jangan begitu …

Semua orang tahu bahwa Yesus sudah bangkit. Dia itu

Mesias.

Juruselamat, bukan penjahat Politik.

Petrus : Kalau begitu , bagaimana dengan engkau Thomas ??

Apakah kau sudah melihat dan bertemu dengan Yesus ?

Apakah kau percaya akan kebangkitanNya ??

Thomas : Aku setia mengikut Yesus. Tetapi sebelum aku

mencucukkan jari ku keluka tangan dan lambung Nya,

aku belum bisa percaya !

Petrus : Ahhhh..Dasar munafik !!

( sambil pergi meninggalkan Thomas )

Thomas : Hei …tunggu !

Mau kemana kau Petrus ?? Heii…Petrus…Tunggu aku ….

Pendeta memasuki panggung untuk menyampaikan

renungan singkat atas refleksi drama.

Pambudi Nugroho – 1996

%d blogger menyukai ini: