R A W A P A D A

Saling berbagi dan merawat kehidupan

Sajak – sajak artis tua

Pada suatu pagi aku tertidur.

Sayup ketukan langkahmu hinggap dibunga tidurku.

Lebih lembut dari jam dinding stasiun.

Waktu itu, ku basuh wajahku kering oleh rindu.

Pada tepian sungai yang tak kukenal,

Bayangmu hadir.Tercengang aku, kau begitu baik menyapa ; Hai..

Tiba-tiba terasa daun lepas dari dahannya.

Gemuruh angin menerpa lembar demi lembar almanak.

Kuperiksa jantungku ; Oh..masih ada !

Berdebar mengelilingi rona wajahmu tak lagi muda.

Bayangmu kini.

Sungguh, sumpah mampus aku mengenalmu.

Sosokmu adalah sebuah surat cinta yang aku tulis,

Tapi tak pernah mampu aku kirim.

Ah…aku tak mampu menatap matamu yang tegar.

Saat jemarimu kuat meraih lenganku pasti. 

Bayangmu wangi.

Diatas perahumu, ku apit pinggangmu.

Dan kita berlalu mengayuh dalam cerita.

Melintasi sungai ditengah lebatnya hutan.

Tak mampu lagi kubedakan mana mimpi atau hidup ?

Aku tak peduli ! Perahumu adalah artis tua bagiku.

Bayangmu masih ada. 

Pambudi Nugroho – 28 Agustus  2011

Iklan

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: