R A W A P A D A

Saling berbagi dan merawat kehidupan

Selamat Jalan Dua Sahabat Lama

Adalah teman anda, sahabat kita, dua sahabat yang menjadi legenda, dua titipan Sang Pencipta.

Sahabat kita yang pertama Mbah Surip, diakhir hayat adalah sosok tua yang berhasil menjadi ikon kejujuran bagi masyarakat. Tanpa sadar orang mengelu-elukan dia, bukan karena faktor lagunya semata atau penampilannya yang nyentrik. Masyarakat sebenarnya lebih tertarik pada penampilan mbah surip yang apa adanya. Jujur dan tidak terkesan mengada-ada.

Meski kejujurannya tersebut, mbah Surip terkesan ngomongannya ngelantur dan sulit dipegang. Tetapi orang tidak peduli tentang omongan itu. Ia tidak terjebak pada kemapanan status menjadi selebritis baru, ketika penampilan sederhananya ternyata mampu menghasilkan rupiah. Ia tetap seperti yang dulu, sebagai seniman yang kental dengan kerakyatan.

Lalu sahabat kita yang kedua W.S. Rendra, penyair yang dijuluki “Si Burung Merak” Akibat sakit, Rendra tidak mengikuti prosesi pemakaman sahabatnya, Mbah Surip yang dimakamkan di Bengkel Teater yang dikelolanya, ia langsung menyusul sahabatnya untuk menghadap sang Pencipta.

Pada Tahun 1996, saya merasa beruntung ketika saya mendapatkan kesempatan mengenal langsung mas Willy (Rendra ) pada waktu itu dari Yayasan Komunikasi Masyarakat PGI ( Yakoma ) asuhan Bapak Indra Nababan dan Arthur J Horoni ( Dramawan & mantan Bengkel Muda Surabaya tahun 70-an) mengirim beberapa perwakilan pemuda gereja untuk mempelajari dasar Teater di bengkel Teater Rendra Cipayung Depok.

Saya bertatapan langsung dengan beliau dan mendengarkan pengalaman berharganya, ia bercerita bagaimana caranya merekrut anak asuhannya yang kebanyakan dari komunitas “orang terbuang” atau kaum muda jalanan, untuk dididik dibengkel teaternya dan mampu mandiri menjadi seniman yang berkualitas.

Dalam mengikuti proses latihan di padepokan Rendra, saya mengamati di area tanah padepokan milik Rendra yang luas itu, anak asuhannya tak hanya belajar tentang teateral, tetapi mereka diajarkan berkebun, memelihara ikan, bercocok tanam dan hasilnya itulah yang mereka makan dalam hidup sehari-hari. Penuh dengan kesederhanaan.

Anak asuhan yang kini ditinggal sang Legenda itu, saya selalu menempatkan diri untuk berdiskusi pada saat istirahat latihan. Mereka hidup sebagai seniman yang peka terhadap kerendahan hati dan kesederhanaan. Tidak bermegah diri, dan memang ingin menjalani kehidupan apa adanya.

Itulah mengapa menurut saya, kedua sahabat lama kita itu, begitu dicintai oleh masyarakat luas. Dedikasi mereka tak terjebak pada popularitas, tetapi bagaimana menjadi setia dalam seni dan memberi peran kepada orang lain, agar keberadaannya menjadi keberadaan kita pula, dan dua sahabat itu sudah membuktikannya.

Selamat Jalan dua Sahabat Lama…

Iklan

Single Post Navigation

8 thoughts on “Selamat Jalan Dua Sahabat Lama

  1. Ya.. Selamat Jalan … engkau memberi arti bagi semua yang ditinggalkan ..

    ==============================
    Thanks mas cepot, atas lawatannya.
    Salam Sejahtera,

    Pambudi Nugroho

  2. Ingat maut.maut.maut. Buat yang masih hidup, kita akan meninggalkan dunia, atau ditinggalkan dunia.Salam kenal…

    ========================================

    Salam kenal juga mas Ading,

    Adalah bijak memahami tujuan Pencipta ketika masih diberi nafas untuk hidup.
    Salam Sejahtera,
    Pambudi Nugroho

  3. Kalau di bilang artis atau selebritis rasanya kurang tepat. Keduanya memang seniman yang sederhana, tak nampak kemewahan dan gemerlapnya dunia saat ia mengekspresikan dirinya.

    ====================================

    Bung Mufti,

    Saya menghargai dan memahami pendapat anda. Menurut wikipedia , Selebritis berasal dari bahasa Inggris Celebrity yang berarti pesohor atau orang terkenal.Dengan demikian siapapun bisa masuk kategori selebritis ini,entah dia politikus,olahragawan,artis atau bahkan blogger. Artis,yang dalam bahasa keseharian sering disamakan dengan selebritis,menjadi penghuni utama kelompok ini.

    Sependapat dengan yang anda sampaikan, bahwa Keduanya memang seniman yang sederhana, tak nampak kemewahan dan gemerlapnya dunia saat ia mengekspresikan dirinya.

    Terima kasih atas masukannya.
    Salam Sejahtera,
    Pambudi Nugroho

  4. filsafatindonesia1001 on said:

    Tuan mengatakan, adalah bijak memahami tujuan Pencipta ketika masih diberi nafas untuk hidup.

    orang yang memahami tujuan Pencipta ketika masih diberi nafas untuk hidup maka dia seorang yang memiliki kebijaksanaan.
    Filsafat=cinta kebijaksanaan.

    tinggi manakah memiliki dengan mencintai, Tuan Pambudi ? Harap membalas tapi tidak di dinding ini, ya. Lewat email, ya.

    ===========================================

    Buya Ading,

    Saya sudah memenuhi permintaan anda untuk menjawab melalui email.
    Mohon pencerahannya.
    Salam Sejahtera,
    Pambudi Nugroho

  5. KangBoed on said:

    SALAM CINTA DAMAI DAN KASIH SAYANG ‘TUK SAHABATKU TERSAYANG

    I LOVE YOU FUUUULLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

    NILAI KEPOLOSAN DAN KEJUJURAN DALAM PERSAHABATAN YANG INDAH

    ==========================================

    Ha .. ha … ha …
    Tak Gendong ke Tempat Rendra…

    Thanks kakangku,
    Salam sejahtera
    Pambud Nugroho

  6. ya no komen dah….saya hanya bisa bilang selamat jalan bagi keduanya…..

    ============================================

    Apa kabar Mas Tono,
    Salam Sejahtera,
    Pambudi Nugroho

  7. Selamat Jalan Pahlawan dan Pejuang Seni…
    Aku kan selalu mengenangmu 🙂

    ===============================

    Ya, Akan selalu dikenang dalam hati masyarakat luas
    Salam sejahtera Yep,
    Pambudi Nugroho

  8. Assalamu’alaikum,
    Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun, semoga almarhum Mbah Surip dan WS Rendra, diampuni semua dosa dan mendapatkan tempat yg baik disisi-Nya, amin.
    Terima kasih Pak, atas kunjungan balasan dan komentarnya di blog saya.
    (Dewi Yana)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: