R A W A P A D A

Saling berbagi dan merawat kehidupan

Memberi Kesempatan Orang Lain Berbicara

Banyak cara untuk mengungkapkan perasaan. Salah satu cara terbaik adalah dengan berbicara. Rasa sayang, cinta, terima kasih dan penghargaan, atau yang lainnya tidak cukup hanya diungkapkan melalui bunga, kartu, sekotak cokelat atau sebuah mobil. Tetapi, berbagai rasa itu akan lebih bermakna bila diungkapkan melalui kata-kata. Itulah mengapa berbicara dikatakan sebagai kebutuhan mutlak dalam kehidupan.

Kode etik yang harus dipegang dalam menjalin sebuah hubungan hanya satu, yaitu saling menghormati, saling terbuka, saling berbagi, dan saling-saling lainnya. Namun, saling yang harus diperhitungkan adalah saling berbicara dan saling mendengarkan. Pepatah bijak mengatakan, musuh akan berbicara tetapi teman akan mendengarkan. Perkataan ini akan mengandung suatu kebenaran karena dalam menjalin sebuah hubungan, anda akan memilih orang-orang yang mau membiarkan anda berbicara, dan dia sendiri mendengarkan.

Anda cenderung menolak bahkan menjauh dari orang yang selalu mendominasi pembicaraan yang asyik berkicau tanpa mempedulikan telinga yang mendengarnya hampir meledak. Sebaliknya, anda akan sangat menikmati hubungan dengan orang-orang yang mau menghargai apa yang anda katakan, serta menunjukkan perhatiannya.

Perlakukanlah orang lain seperti anda ingin diperlakukan, berlaku juga dalam menjalin hubungan. Kita harus memberi kesempatan kepada orang lain untuk berbicara. Apabila anda memberikan dorongan kepada seseorang untuk berbicara, ia akan menganggap hal ini sebagai penerimaan, dan bisa dengan bebas mengungkapkan dirinya sendiri. Itu berarti juga, anda membuat orang itu memenuhi kebutuhan pokoknya.

Mengapa berbicara dianggap sebagai kebutuhan pokok ? Tanpa merujuk pada teori-teori yang berat, kita sepakat bahwa setiap manusia selalu dihadapkan pada persoalan dan kesulitan, yang tidak gampang dicari jalan keluarnya, sehingga menimbulkan ketegangan dalam dirinya.

Ketegangan terjadi bukan hanya pada saat ia mendapatkan kesusahan, namun juga pada saat ia menerima kesenangan. Salah satu cara untuk melepaskan ketegangan yang timbul adalah dengan berbicara. Bisakah kita bayangkan bagaimana jika pada saat teman anda bercerita mengenai setumpuk masalah, anda malah berkicau tanpa jeda alias nyerocos. Anda tinggal menunggu apakah teman anda akan mati berdiri atau meninggalkan anda selamanya.

Berbicara menolong seseorang untuk melepaskan ketegangan-ketegangannya. Perasaan lega akan diperoleh ketika masalah-masalahnya sudah dilepaskan. Berbicara juga berarti berfikir, karena kita memikirkan segala hal pada waktu kita berbicara.

Jadi, apabila anda memberikan dorongan kepada seseorang untuk berbicara, itu berarti anda menolong dirinya untuk menjernihkan perasaan-perasaannya. Dan memberikan kesempatan kepada orang lain untuk belajar berpikir dan menyampaikan pikirannya. Konon, orang yang menjadi lawan bicara kita, tidak dapat “sembuh”  sebelum mereka diberi kesempatan untuk berbicara.

Pambudi Nugroho

Iklan

Single Post Navigation

19 thoughts on “Memberi Kesempatan Orang Lain Berbicara

  1. “Kode etik yang harus dipegang dalam menjalin sebuah hubungan hanya satu, yaitu saling menghormati, saling terbuka, saling berbagi, dan saling-saling lainnya.”
    itu mah bukan satu tapi banyak bud????
    Thanks ya, belajar untuk lebih mendengar nih

  2. haha…thanks Tony, maksudnya satu itu adalah kata ” saling mengormati atau…..artinya satu sama saja.

    Thanks atas koreksinya.
    Tuhan berkati.

  3. Terkadang perlu juga kita mendengarkan dengan sabar teman yang sedang “nyerocos” dalam rangka untuk mengurangi beban hatinya yang sedang terluka atau terhimpit beban. 🙂

    Salam Persahabatan.

  4. Benar Mas Lambang, cukup menjadi pendengar teman kita yang berkesusahan, maka beban beratnya paling tidak akan berkurang.

    Salam sejahtera
    Salam Persahabatan juga.

  5. Salam pak Nugroho. Tulisan yang sangat bagus. Bukan memuji diri, saya adalah orang yang terbiasa tidak mau berbicara saat orang lain sedang bicara. Mari sama-sama kita budayakan

  6. mendengarkan masalah orang lain tanpa kita sadari sangat bermanfaat bagi nya sekalipun kita tak punya cara untuk memecahkan masalahnya tp cukup dengan mendengar dia sudah merasa tenang dan lebih baik. GBU

  7. @ Laston @ Lina : Thanks atas lawatan dan apresiasinya. Kalian berdua kaum muda yang memiliki kreatifitas. teruslah berkarya dan menulis.

    Salam sejahtera & GBU too

  8. KangBoed on said:

    Belajar mendengar keluhan adalah melatih kesabaran
    Salam Sayang

    • Pambudi Nugroho on said:

      @ KangBoed : Setuju Kakang. Belajar mendengar keluhan, berarti proses menahan diri atas keegoisan kita untuk peka terhadap persoalan orang lain. Salam Sejahtera,

      @ Agnes : sayang sekali, saya bukan kakaknya Wahyu Nugroho.saya memang berdomisili di Jawabarat, berbatasan dengan Jakarta Timur.Tepatnya di Cimanggis raya bogor. Salam Sejahtera untuk anda.

      @ Singal : Horas Abang. Thanks atas lawatan dan nasihatnya. Salam Sejahtera buat keluarga, bang.

  9. Selamat malam Pambudi, Cepat mendengar tapi lambat untuk berkata-, Dalam kita banyak mendengar kita mempunyai suartu daya untuk menetapkan strategi. Suatu kebenaran bahwa bagaimana kita meninggalkan sesuatu akan menentukan bagaimana kita memasuki sesuatu. Untuk itu belajar mendengarkan itu lebih baik dari pada seribu kata yang diucapkan, Terima kasih tulisan yang mencerahkan, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

  10. Maaf ada yang ketinggalan melihat photo anda apakah anda ini kakaknya Wahyu Nugroho, dari Sukabumi ? yang dulu SMAN I Sukabumi ? Yang aktif di PMR Unit SMAN I Sukabumi ? Kalau benar tolong beri Inform pada Web site saya, terima kasih.

    Regards, agnes sekar

  11. Kata nasehat, “hati-hati berbicara, anda bisa membunuh dengan kata-kata anda”.

  12. Aku hanya baca saja…dak bisa komentar, karena mungkin anda lebih pakar 🙂
    Btw link sudah saya pasang ya ? Thanks 🙂

  13. Thanks Yep,

    Semoga persahabatan ini lebih terkomunikasi dengan baik.
    Salam sejahtera ,

  14. KangBoed on said:

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku

  15. Joe Patti on said:

    Bos Bud,,jujur kt sgt trhibur dgn kata2/gagasan/wacana yg bos tuliskn diats..Nmun adklanya itu ngga pnh seiring sjln dgn ap yg kt ‘lalui’ trutama didlm pkrjaan..(brdsr pd pgalaman pribadi..Off the record). Btw,,gw msh hrs trus mncari dan mncari…k’mana arah tujuan hdp ini..smoga tulisan2 dr bos Bud bs brguna buat sy pribadi.. Thank You.

  16. endangkusman on said:

    Karakter orang yang tidak suka memberikan kesempatan orang berbicara biasanya sekalipun dia berhenti bicara tapi tidak akan mendengarkan omongan orang, melainkan ia hanya ngintip2 lengahnya orang bicara, lalu dia nyerocos lagi.

    Salam kenal Mas Bud, baru kita jumpa.

  17. diam adalah emas,untuk merespons apa yang dikatakannya,karena seseorang yang banyak ngomong ibarat….air beriak tanda tak dalam…..,anjing yang menyalak biasanya tidak menggigit…..,tong kosong nyaring bunyinya…

    salam kasih selalu.

  18. @ Joe Patti : Thanks atas apresiasinya. Semoga Tulisan ini menjadi saluran berkat bagi orang lain.

    Salam Sejahtera

    @ Kang Endang : Haha.. saya setuju. Salam kenal kembali. saya sudah mengunjungi blog anda.
    Salam Sejahtera,

    @ Yang- Kung : Terima kasih Pak Yang, Saya sudah berkunjung keblog anda. semangat anda luar biasa untuk tetap menulis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: