R A W A P A D A

Saling berbagi dan merawat kehidupan

Masih ada kabar baik

Adalah sebuah bijaksana yang dituturkan oleh seorang Sopir.

Pada suatu malam sopir bis antarkota itu membawa kendaraannya menyeberangi sebuah sungai. Jembatan rusak dan semua kendaraan harus mempergunakan jembatan darurat. Sebenarnya lumrah saja. Tapi beberapa detik dimalam yang hujan dan senyap itu sang sopir ragu, kuatkah jembatan ini ?

Memang aneh. Entah sudah berapa kali ia melewati jembatan darurat sepanjang riwayatnya, tapi baru kali ini ia mendadak ragu. Tapi Cuma beberapa detik. Ia melihat dua lampu dipasang dikedua ujung. Tiga orang diantaranya berlalu hansip dengan mantel murah berdiri ditepi jembatan. Sang sopir segera menginjak kopling dan memindahkan perseneling kegigi satu. Bis mendaki. Dibawah roda jembatan pun bising berkerotak…

20 meter kemudian lampau sudah. Tak ada kecelakaan. Seperti biasa. Dan sopir bis itu kemudian bercerita: Tiap hari disetiap jalan raya saya berjudi dengan nasib. Tapi dijembatan itu saya sadar, apa yang selama ini tak saya sadari akhirnya kita harus percaya ada sejumlah orang yang telah bekerja sebaik-baiknya hingga kita terhindar dari kecelakaan.

Kita masih bisa percaya kepada orang lain bukan ? ia bertanya.

Agaknya memang demikian itulah kebijaksanaan yang ia sisipkan. Ternyata kita masih bisa percaya kepada orang lain. Setidaknya kepada para buruh dijembatan itu, setidaknya kepada para hansip yang tetap berjaga dimalam basah itu.

Meskipun kita tak tahu pasti cukupkah mereka makan sendiri senja tadi. Korupsi dan ketidak-becusan dan kelalaian dan sikap seenaknya memang berkecamuk, tapi kiranya disuatu tempat disuatu bagian, kita masih punya harapan, kita masih bisa tenang dengan sekitar kita.

Maka tadi pagi, sebelum kekamar mandi, kita tidak memutuskan untuk bercerai dengan kenyataan kini. Dunia masih punya kabar baik. Rasa tidak percaya dan rasa kurang berterima kasih kepada orang lain memang kini amat gampang terbit. Hari demi hari, wajah kita memang mudah muram. Tetapi sopir bis malam tadi menghirup kopinya dan berkata: “lihat saya belum mati”.

Pambudi Nugroho

Iklan

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: