R A W A P A D A

Saling berbagi dan merawat kehidupan

Harga Sebuah Impian

Bermimpilah sebanyak-banyaknya ketika anda tidur

,tapi segeralah bangun untuk mewujudkan mimpi tersebut.

Kalau anda masih terus tidur, berarti anda benar -benar

sedang bermimpi.

4280_1052351160738_1584563089_30138266_4237022_s

Disore hari, dalam sebuah lawatan ke salah satu sobat lamaku di Indramayu. Aku mendapatkan kesempatan untuk menikmati pesawat terbang mini, yang dikendalikan dengan remote control. Sobat ku itu begitu mahirnya memainkan dan mengendalikan pesawat agar tetap stabil diudara, sesekali pesawat mininya melakukan manuver yang berbahaya, diantara pepohonan yang mengelilingi area lapangan yang cukup besar. Sobatku itu bukan penerbang. Bukan pula perakit pesawat. Ia cuma karyawan di sebuah perusahaan pertamina.

Aku tersenyum, ketika tanpa kusadari disebelahku duduk seorang anak kecil yang begitu asyiknya ikut menikmati pesawat mini itu. Sesekali aku mencuri pandangan matanya yang tak pernah lepas dari pesawat terbang mini itu, meliuk-liuk dengan lincahnya diatas langit. Dalam benakku, aku merasa anak itu memiliki sebuah mimpi. Mimpi yang bekerja sebagai penunjuk,memberi tahu arah yang dituju. Sesuatu yang dapat dijadikan kompas agar tidak berjalan tanpa tujuan. Anak itu serasa mengingatkan aku, untuk kembali bermimpi.

Aku yakin, kalau semua orang pasti bermimpi. Yakin juga kalau ada orang tua yang mengatakan kepada anaknya : “ah , anakku itu pemimpi berat”. Makanya bukan sesuatu yang aneh, kalau hal yang terhebat yang bisa dilakukan manusia dalam hidupnya adalah menciptakan impian.” tidak semua orang benar-benar punya keberanian untuk mewujudkan mimpinya,bahkan banyak dari kita yang sejak kecil sudah didoktrin untuk tidak bermimpi. Kalau punya mimpi hebat, kesannya jadi sombong dan arogan. Budaya ini yang perlu diubah dari sekarang. Dari mimpi itulah kita punya pandangan kedepan.

Namun aku yakin pula, bukan mimpi memenangkan undian yang dimaksud dengan menciptakan impian. Karena impian yang seperti itu hanya akan menjadikan kita seorang pelamun atau pemimpi, bukan sebagai orang yang memiliki impian. Ada perbedaan diantaranya keduanya.

Barangkali, perbedaan antara suka dan benci hanyalah selembar kain tipis yang mudah terkoyak, namun untuk menggambarkan perbedaan antara seorang pemimpi dan orang yang mempunyai impian, tidak cukup hanya lembaran kain tipis. Pemimpi atau pelamun ribuan jumlahnya. Sedangkan orang yang mempunyai impian masih bisa dihitung.

Diantara keduanya, terbentang bumi dan langit. Martin Luther misalnya, walaupun harus dibayar mahal dengan nyawanya, barangkali tidak akan pernah ada tokoh-tokoh kulit hitam sebagai pemimpin, atlit atau penyanyi. Tanpa mimpi dan kerja keras beliau untuk memperjuangkan persamaan hak. Tidak akan ada macam Nelson Mandela, Michael Jordan ataupun Michael Jackson.

Mimpi Membangun Potensi

Memang, tidak semua mimpi akan menjadi kenyataan. Tapi semua kenyataan diawali oleh sebuah mimpi. Ketika kita memiliki impian ? jadikan itu kompas. Karena jika bergerak kearah yang bukan mimpi kita, kita akan kehilangan kesempatan untuk meraih sukses. Karena sebenarnya selama ini, kita memiliki potensi untuk menjadi siapa sebenarnya kita.Hanya saja semua itu ditutupi oleh pemikiran sempit bahwa kita tidak akan pernah mencapainya. Kekhawatiran akan kegagalan membuat potensi itu makin tidak bisa dikeluarkan. Kita sudah menjadi mahakarya, hanya saja kita tidak pernah sempat untuk menyadarinya.

Tanpa mimpi, kita akan bersusah payah mencari potensi didalam diri ,karena tidak melihat dibalik keadaan kita saat ini. Dengan mimpi, kita belajar mulai melihat diri dalam terang baru, memiliki potensi yang lebih berguna dan mampu untuk mengendalikan seperti “remote control”, yang mampu menerbangkan sebuah pesawat walaupun mini. Harga dari sebuah mimpi yang terpenting adalah , jangan pernah takut untuk bermimpi dan memiliki mimpi. Semakin besar mimpi yang anda miliki, semakin besar pula potensi anda untuk meraih sukses. Maka bermimpilah sekarang, sebelum mimpi itu dilarang.

Pambudi Nugroho

Iklan

Single Post Navigation

4 thoughts on “Harga Sebuah Impian

  1. mimpi bukanlah suatu musibah atau tragedi
    mimpi bukanlah sesuatu yang tabu dan aib
    mimpi bukanlah kebohongan dan kesombongan
    tapi…

    mimpi adalah anugerah yang nyata dari sang khalik
    yang harus kita syukuri…

    karena mimpi tidak bisa di rekayasa…
    karena mimpi adalah keindahan
    bagai aliran sungai yang terus mengalir
    ..mengalir…dan terus mengalir…..

  2. Salam sejahtera sobatku,

    Thanks atas komentarmu . Tulisan inipun lahir atas proses kebersamaan kita di Indramayu.

    Tuhan Yesus mengasihimu, Istri dan kedua anak-anakmu.

  3. cindynugroho on said:

    Ada sebuah kalimat bagus,mudah2an manfaat;
    Mimpi adalah setengah dari cita-cita,cita-cita adalah setengah dari rencana,rencana adalah setengah dari kerja keras dan kerja keras adalah setengah dari suatu keberhasilan.
    Good luck 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: