R A W A P A D A

Saling berbagi dan merawat kehidupan

Meracik Jamu Kehidupan (Writing Competition CIBFest 2009)

Manusia tanpa suatu tujuan adalah ibarat

sebuah kapal tanpa kemudi – anak terlantar ,

hal sia-sia , bukan siapa-siapa.

Thomas Carlyle

Dalam satu email yang dikirimkan oleh kawan saya, mengusulkan kepada saya untuk lebih banyak menulis tentang kehidupan, ketimbang masalah politik yang membosankan. Usulan itu menarik dan menjadi pertanyaan dalam benak saya ; apa yang sebenarnya menggerakkan kehidupan kita ?. banyak kamus mendefinisikan kata kerja menggerakkan sebagai “membimbing , mengendalikan , atau mengarahkan”. Entah ketika kita menggerakkan sebuah mobil , sebuah paku , atau bola golf , kita sedang membimbing, mengendalikan dan mengarahkannya pada saat itu. Apakah yang menjadi daya penggerak didalam kehidupan kita ini ?.

image009

Sekarang ini dalam sebuah kehidupan , kehidupan ini barangkali digerakkan oleh suatu masalah , suatu tekanan atau suatu batas waktu. Kehidupan kita mungkin digerakkan oleh ingatan yang menyedihkan, ketakutan yang menghantui , atau suatu keyakinan yang tidak disadari. Tampaknya ada ratusan kondisi , nilai dan emosi yang bisa menggerakkan kehidupan kita. Banyak orang dalam menjalankan kehidupan ini, digerakkan oleh rasa bersalah. Mereka menghabiskan seluruh hidupnya dengan berlari dari rasa penyesalan dan menyembunyikan rasa malu.

Saya jadi teringat akan kisah tragis para calon legislatif di negeri ini ( maaf , politik lagi politik lagi , hehe ..). Kehidupan para caleg yang gagal lantas hilang ingatan itu , agaknya menjalani kehidupan di gerakkan oleh rasa penyesalan yang dimanipulasi oleh ingatan-ingatan. Mereka membiarkan masa lalu yang menghimpitnya , ketimbang mengendalikan masa depan. Secara tidak sadar kegagalan terus dibiarkan untuk menghukum diri sendiri , dengan merusakkan keberhasilan yang sebenarnya tertunda. Kita adalah produk masa lalu, tetapi sepatutnya tidak perlu menjadi tawanan masa lalu.

gokil

Hari ini adalah hari persiapan , esok adalah perlombaan

Belajar dari pengalaman kehidupan , imam Ali bin abi thalib dalam kumpulan khotbah ( Sayyid Admad Asy-syulaimi – Gema Insani 2001 ) , kata-kata yang paling mengagumkan dari keteladannya, beliau pun mengatakan ; “hari ini adalah hari persiapan , sedangkan esok adalah hari perlombaan”. Berhati-hatilah, kamu telah diperintahkan untuk berjalan pantang mundur dan telah dibimbing bagaimana membekali perjalanan itu. Sungguh hal yang paling menakutkan dan mengkhawatirkan saya tentang kamu sekalian ialah mengikuti hawa nafsu dan memperpanjang harapan. Berbekallah untuk diri mu selagi didunia yang akan menyelamatkanmu besok pada hari pengadilan.

Sebagai orang kristiani, saya pun banyak belajar dari sisi keteladanan Ali bin Abi Thalib r.a , yang sarat dalam ajaran memberikan spiritual untuk menjalani kehidupan di bumi yang bersifat singkat , sementara , fana menjadi lebih bermakna. Jika saya bertanya bagaimana kepada para pembaca yang berbahagia , bagaimana menggambarkan kehidupan ? gambar apa yang muncul dibenak anda ? gambar tersebut adalah metafora kehidupan anda. Itulah pandangan tentang kehidupan yang kita pegang secara sadar atau tidak sadar.

Banyak orang menunjukkan metafora kehidupan mereka yang keliru melalui kemasan belaka dari pakaian ,perhiasan ,mobil ,potongan rambut bahkan tato. Jika kita menganggap kehidupan adalah sebuah pesta, nilai utamanya didalam kehidupan adalah bersenang-senang. Jika kehidupan seperti suatu balapan , maka akan menghargai kecepatan dan mungkin berada dalam ketergesa-gesaan.

Lantas bagaimana kita memenuhi tujuan-tujuan ketika Tuhan menciptakan kita ? kita tidak pernah benar -benar memiliki apapun selama kita di bumi. Tuhan hanya meminjamkan bumi kepada kita dan meminjamkan kepada orang lain setelah kita meninggal, kita hanya bisa menikmati sesaat saja.

Banyak orang dalam kehidupan digerakkan oleh kebencian , kemarahan ,ketakutan , materialisme dan kebutuhan akan pengakuan.

Semua orang tentu pernah merasakan sakit hati. Dilukai oleh seseorang pada masa lalu. Jika rasa sakit hati itu tetap saja dipertahankan , maka yang lahir adalah kebencian dan kemarahan. Kebencian selalu lebih melukai kita ketimbang orang yang kita benci. Sementara orang yang menyakiti hati kita mungkin telah melupakan perbuatan mereka tersebut dan tetap melajutkan hidup dengan tertawa. Masa lalu adalah masa lalu, tidak ada yang bisa mengubahnya.

image001

Adapula kehidupan orang yang digerakkan oleh rasa takut. Ketakutan-ketakutan yang mungkin merupakan akibat dari adanya pengalaman traumatis, harapan -harapan yang tidak masuk akal , bertumbuh dalam keluarga dengan pengawasan yang super ketat. Orang -orang yang digerakkan oleh ketakutan ini, sering kali kehilangan kesempatan besar karena mereka takut untuk menanggung resiko. Sebaliknya , mereka yang mencari aman , menghindari resiko-resiko dan berupaya untuk memelihara status quo.

Gloria graffa & Pam Vredevelt dalam bukunya, Melepas Belenggu Kekhawatiran dan Kecemasan menulis , ia pernah menemukan akronim buatan orang atas kata Fear ( ketakutan ), yakni False Evidence Appearing Real ( bukti palsu yang kelihatan benar ). Menurutnya, ketakutan bisa membuat seseorang menilai sesuatu secara berlebihan “cenderung negatif”, atas sesuatu yang belum ia ketahui secara pasti kebenarannya.

Keterbatasan manusia untuk memiliki lebih pada era pembangunan yang bersifat neo-liberalisme ini, adalah mitos yang paling umum bahwa memiliki banyak uang akan membuat kehidupan lebih aman. Padahal kekayaan bisa hilang dalam sekejap melalui berbagai faktor yang tidak bisa dikendalikan.

Kehidupan yang digerakkan oleh materialisme membuat kesalahpahaman bahwa memiliki lebih “banyak” , akan membuat orang lebih bahagia, lebih penting dan lebih aman. Hal-hal seperti ini hanya memberikan kebahagian sementara. Akhirnya menjadi bosan , dan selanjutnya mengingini yang baru ,yang lebih besar dan lebih baik. Barangkali ini refleksi sebuah jawaban mengapa negeri ini selalu melahirkan koruptor.

Saya tidak tahu semua kunci untuk menuju keberhasilan , tetapi salah satu kunci menuju kegagalan adalah berusaha menyenangkan semua orang. Ada kekuatan lain yang bisa menggerakkan kehidupan kita. Tetapi semuanya akan membawa kepada jalan buntu yang sama : potensi yang tidak digunakan, rasa tertekan yang berlebihan , dan kehidupan yang tidak memuaskan. Jika kita mampu menjalani suatu kehidupan yang memiliki tujuan suatu kehidupan yang dituntun, dikendalikan dan dipimpin oleh tujuan-tujuan sang Pencipta.

kunci-keberhasilan

Tidak ada hal yang lebih penting daripada mengetahui tujuan-tujuan sang Pencipta bagi kehidupan ini , dan tidak ada yang bisa mengganti kerugiannya jika kita tidak mengetahui tujuan- tujuan tersebut. Entah itu keberhasilan, kekayaan, kepopuleran , ataupun kesenangan semu.

Tanpa suatu tujuan , kehidupan bagaikan gerakan tanpa makna , kegiatan tanpa arah dan peristiwa tanpa alasan. Pada akhirnya menjalani kehidupan tanpa suatu tujuan , serasa kehidupan ini menjadi tidak berarti lagi. Mungkin akan lebih bijak memahami tujuan Ilahi adalah ketika kita menjalani hidup ini setiap hari, kita bersiap- siap untuk menghadapi hari terakhir kita.

Pambudi Nugroho

setelah ibadah penghiburan , 7 hari meninggalnya adik ibu mertua saya , oma , tante kami tercinta : Jane Brenda Palenewen-Mamahit.

Iklan

Single Post Navigation

6 thoughts on “Meracik Jamu Kehidupan (Writing Competition CIBFest 2009)

  1. toni on said:

    satu hal yang gw percaya dr kehidupan adalah :
    “yeremia 29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”
    kadang kegembiraan dan kekecewaan banyak menimpa kehidupan kita tp semuanya ga jauh dari rencanaNya yang indah.

  2. Ebot Surebot... on said:

    laki yg ude gede tau maunye tu cw, tapi laki yg ude dewasa…tau hatinye cw . . .Happy anniversary safe in the arm of JESUS…

  3. keren pembahasanmu…aku menikmatinya đŸ™‚

  4. Mbak Lina. Saya sudah membaca puisi diblog anda, Kreatif & mencerahkan. Teruslah anda menulis puisi.

    Terima kasih atas kehadiran & komentarnya.
    Salam Sejahtera,

  5. aku ada buat cerpen fiksi baru…semoga anda berkenan singgah đŸ™‚

  6. KangBoed on said:

    Masuklah dalam ketenangan Jiwa… sebagai pembuka pintu ketuhanan… hanya jiwa jiwa yang tenang yang dapat melangkah mengarungi kehidupan.. tenang dalam kepasrahan sejati…
    Salam Sayang

    *dah di add mas linknya*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: