R A W A P A D A

Saling berbagi dan merawat kehidupan

Menulis Sandiwara Penuh

Menulis sandiwara , tentu saja sangatlah berbeda. Ketika sebuah drama pendek bisa memperlakukan persoalan yang rumit sebagai persoalan yang sederhana, langsung dan memuat sejumlah karikatur, sandiwara biasanya melibatkan pertunjukan orang-orang kehidupan nyata yang melakukan hal-hal yang mungkin layak dilakukan oleh penonton dalam situasi yang sama.

Hal yang paling penting untuk dipertimbangkan ketika menulis sandiwara dapat diringkas menjadi satu hal : Plot. Kita mungkin memiliki sebuah kisah fantastik untuk diceritakan yang melibatkan karakter-karakter yang menarik, tetapi apabila penonton tidak dapat mengetahui arah kisah tersebut, maka penonton menjadi bosan dan gelisah dengan mudah.

drama1

Rencanakan plot awal anda dengan permulaan ( bagaimana kita akan diperkenalkan pada karakter-karakter ini ? ), pertengahan ( apa yang terjadi pada karakter-karakter itu guna menimbulkan konflik yang penting dalam sandiwara. Misalnya ; seseorang meninggal, mendapatkan pekerjaan baru atau hamil ). Dan sebuah akhir (bagaimana situasi tersebut mulai diselesaikan ?). Pada tingkat ini, jangan mengkhawatirkan subplot atau karakter tambahan. Jelaskan saja dalam pikiran , kemana ingin mengarahkan kisah tersebut dan simpan kertas tersebut di dekat kita ketika menulis sandiwara.

Dialog yang realistik mungkin penting dalam banyak drama pendek, tetapi adalah vital dalam sandiwara. Anda ingin dunia yang anda ciptakan tidak diisi dengan guntingan-guntingan kardus, tetapi dengan karakter-karakter yang hidup yang memiliki segala macam motivasi, minat, reaksi dan emosi yang berbeda. Berhati-hatilah terhadap cara orang-orang berbicara pada satu sama lain, melihat pada satu sama lain, serta menggunakan bahasa tubuh dan gerak isyarat untuk menyampaikan arti.

Hal yang perlu dimasukkan kedalam naskah anda guna memungkinkan penonton memahami karakter-karakter pemain dengan lebih baik. Lihat rangkaian pembuka yang digunakan dalam sebuah film, kemudian hentikan video tersebut disana. Apa yang dapat dipahami tentang karakter-karakter tersebut dari penghilatan sekilas yang singkat mengenai kehidupan mereka ?

Bahaya terbesar bagi orang- orang kristiani bagi saya adalah , menghadirkan sebuah sandiwara yang segalanya berjalan dengan baik pada penghabisannya. Untuk sebagian orang, kehidupan nyata dan mengembangkan iman dalam konteks segala hal yang diberikan dunia kepada kita merupakan satu hal yang sulit. Bahkan ketika Tuhan tampaknya menjawab doa atau muncul untuk menyembuhkan seseorang, hal ini mungkin menimbulkan serangkaian masalah yang benar-benar baru. Anda mengambil resiko untuk membuat penonton anda merasa bahwa entah bagaimana kepercayaan mereka tidak cukup baik apabila anda menghadirkan sebuah jawaban kristiani yang cocok untuk segala hal. Jadi, biarkanlah beberapa persoalaan tak terselesaikan.

Neil Pugmire seorang dramawan selama 15 tahun untuk kalangan gereja , sekolah dan misi , menulis sebuah naskah yang berjudul Unforgivable Sin. Naskah yang dimainkan oleh Top Cat Theatre Company pada tahun 2001. Sandiwara ini berhubungan dengan dengan masalah apakah harus menerima seorang pelanggar seks yang dihukum kedalam jemaat gereja. Ada beraneka ragam reaksi , dari histeria yang menyakitkan hati sampai kepercayaan bahwa Tuhan dapat menyembuhkan orang tersebut, karena memang mungkin ada situasi yang serupa dalam kehidupan nyata.

Sandiwara tersebut berakhir dengan bersedianya sipelanggar seks untuk berubah dan menerima pengampunan Tuhan atas apa yang telah dia lakukan, tetapi tetap membuka kemungkinan yang nyata bahwa dia dapat melakukan pelanggaran lagi. Apabila sandiwara itu tidak dibuat demikian , ia dapat dengan mudah ditolak sebagai pemeriksaan yang naif dan dangkal akan sesuatu yang sama sekali tidak sederhana dalam kehidupan nyata.

Pambudi Nugroho – 3 mei 2009

Iklan

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: