R A W A P A D A

Saling berbagi dan merawat kehidupan

Selamat Paskah Saudaraku

Sebagai orang Kristen, saya dan anda pasti telah mendengarnya ribuan kali. Ya, kisah itu berjudul : Paskah. Buat saya pribadi, Paskah berarti adanya pengharapan tentang tata hidup berdasarkan pertobatan , pembaharuan , kebebasan , keadilan , kebenaran dan kesejahteraan. Perayaan paskah selalu mengajak saya untuk resah terhadap segala praktek ketidak – pertobatan, ketidak – pembaharuan, ketidak – adilan, ketidak – benaran yang ada dalam diri ketika Sang Penebus menyelamatkan dosa – dosa kita.

Paskah bercerita tentang kemanusian yang hancur, memar dan terluka oleh dosa. Dan seorang pangeran yang sempurna telah mengangkat semua aib, memberikan harapan mengganti dukacita dan kehidupan mengganti kematian. Mengapa kisah luar biasa ini tak lagi mampu kita rayakan dalam kehidupan sehari – hari ? agaknya pemahaman Paskah seolah tenggelam seperti dongeng klasik ritual tahunan , ketika kita hidup ditengah –tengah berbagai kemerosotan dan kesusahan.

Seputar kebangkitan ini , di bumi yang semakin tua dan akan terus berlari menjadi renta. Tubuh yang tidak dapat binasa, kehidupan kekal bersama Allah dan maut yang tidak lagi berkuasa , bagaimana seharusnya kita hidup dibumi ? Rasul Paulus menegaskan , “karena itu saudara – saudaraku yang terkasih , berdirilah teguh , jangan goyah dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan” ( 1 Kor.15:58 ).

091120072871( foto : diambil dari Nokia N70 oleh putri saya di usia 4 tahun di kediaman rumah Oma dan Opanya )

Jalan Gelap Menuju Paskah

Untuk dapat memahami Paskah dan masuk kedalamnya, sepatutnya kita perlu mengalami kisahnya secara utuh. Kubur kosong tidak akan ada artinya tanpa Salib, dan salib tidak ada artinya tanpa taman eden. Inilah yang menjadi perenungan saya selama bertahun – tahun, ketika menjadi seorang Kristen warisan. Sebelum pada akhirnya menangkap aroma sejati dari refleksi Paskah.

Kita memiliki taman yang rindang di hati dan juga langit yang kelam di jiwa. Baik dan buruk terjalin didalam diri, pribadi lepas pribadi. Hidup tidak selalu penuh cahaya dan ibunga. Melainkan juga nyeri dan luka. Kasih yang sempurna dari Allah, yang membawa semua kematian dan kegelapan kedalam diri – Nya ketika Dia tergantung di kayu salib.

salib1

Musim semi Paskah muncul tepat sesudah musim dingin yang sepi menggigit. Sebelum mengalami sukacita sejati, kita perlu berjalan melintasi jalan gelap menuju salib. Kita lebih suka melompati kubangan dukacita untuk langsung masuk kepada bagian sukacita. Dari jumat agung langsung kepada Paskah tanpa perlu mendalami dukacita , pada Sabtu yang gelap dan tanpa harapan.

Namun ketika saya melihat jauh kedalam hati, merasakan racun yang merasuk dari masa lalu , yaitu dukacita yang disebabkan oleh pilihan – pilihan kita sendiri, orang – orang yang terluka oleh perkataan. Saya melihat semua itu sebagai alasan mengapa banyak luka di tanganNya. Namun Dia tidak berhenti ataupun terhenti. Kubur – Nya kosong , pertanda kasih – Nya telah menang.

“Kamu akan berdukacita” kata sang pembuat kisah, “namun dukacitamu akan berubah menjadi sukacita”. Kata – kata Yesus ini bukan hanya bagi murid – muridnya yang pertama, tetapi ditujukan pula bagi kita. Jadi pesan Paskah adalah tentang sukacita bukan luka sebagai paduan suara terakhir.

Refrainnya adalah kehidupan sesudah kematian, bagi semua orang yang percaya dan meletakkan kehidupan mereka pada keyakinan itu. Sampai sekarangpun harapan itu nyata, karena memang Paskah itu nyata. Dan karena alasan itulah, kita akan melihat sukacita yang tidak dapat diambil oleh siapapun.

Kebangkitan-Nya menawarkan kepada kita sukacita yang terus diperbaharui lewat tangan-Nya yang berlubang paku. Meskipun sukacita itu dapat ternoda disepanjang perjalanan di dunia yang hancur ini. Namun tidak akan pernah hilang selamanya. Maut tidak lagi dapat menunjukkan taringnya terhadap orang – orang percaya.

salib2

Didalam Kristus yang bangkit , kita menemukan mimpi – mimpi dunia ini terbungkus di dalam kantong kulit yang hangat dan penuh tawa. Menawarkan kehidupan baru bagi semua orang bersedia untuk mati bagi dirinya sendiri dan masuk kedalam kisah-Nya.

Kutuk, kematian, kutuk yang dipatahkan, kehidupan baru. Palungan, salib, kubur yang kosong , semuannya itu adalah kisah. Hanya ketika pada akhirnya menguraikannya untuk diri saya dan anda sendiri. Barulah kita mampu menyadari bahwa kisah itu telah masuk kedalam diri ,  dan akhirnya menguraikan diri kita pada arti kebangkitan itu.

– Steven James

Selamat Paskah Saudaraku………..

Pambudi Nugroho – hujan lebat dimalam minggu pada  tengah malam 04 April 2009

Iklan

Single Post Navigation

One thought on “Selamat Paskah Saudaraku

  1. Terang Paskah menyinari kegelapan hati , sehingga mampu melihat segala sesuatu dengan tulus, Terang Paskah sumber danharapan dan kekuatan , Selamat Paskah..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: