R A W A P A D A

Saling berbagi dan merawat kehidupan

Sumbang

S u m b a n g

Malam dingin sunyi bisu

Irama tak beraturan air langit yang jatuh

Diantara Daun tak bernama disisi kota

Pada gang buntu dekat perumahan mewah itu

Masih sunyi , kelam , bisu dan senyap

12 kali suara dentang dari jauh namun kuat

Sang penjaga malam mengusik ketenangan

Seperti malam sebelumnya , bel waktu ditiang listrik itu

Sayup – sayup nyanyian sumbang bergelombang

Entah lagu siapa , antara denting gitar usang dan alkohol

Bermerk : Mansion atawa Drum , entahlah…………….

Menjadi spiritual dalam keputus -asaan itu

Lagu sarat sesak dihati untuk disimak

Penat dan berat cobaan hidup , mati ? Sungkan

Tak peduli orang disekitar yang sibuk terlelap

Korban – korban kemapanan sistem sosial itu

Suram sudah jalannya ,

Itu kata Bapaknya.

Tak bakal punya masa depan ,

Ibunya yang bilang…menyesal melahirkan anak itu

Air Hujan belum juga menampakan surutnya

Pelan namun pasti disela nada pemberontakan

Membasahi tubuh angkatan gagap

Menyirami korban – korban pendidikan ini.

Pambudi Nugroho di september ceria 1995

Iklan

Single Post Navigation

One thought on “Sumbang

  1. Bung Pambudi,

    Selamat datang di dunia blogging. Jangan kecil hati dengan blog Anda yang Anda katakan masih “kemarin sore” . Segala sesuatu di atas semesta ini selalu ada awalnya. Sekali Anda mulai ngeblog, teruslah ngeblog. Saya yakin orang seperti Anda tidak akan kekurangan inspirasi untuk menulis dan terus menulis guna menyebarkan cinta dan kedamaian bagi seluruh umat.

    Saya juga mengagumi Anda atas luasnya pemahaman Anda tentang pemikiran Islam. Seharusnya seperti itulah kita, saling mempelajari ajaran agama saudara-saudara kita. Yang Muslim mempelajari ajaran dan pemikiran Kristen, Buddha, Hindu, Yahudi dan lain sebagainya. Pun, begitu sebaliknya. Dengan demikian kita akan menjumpai “titik temu” yang sama. Karena sepanjang pengetahuan saya, ajaran-ajaran semua agama yang ada di dunia ini, lebih banyak persamaannya, ketimbang perbedaannya. Persamaannya justru terletak pada ajaran inti masing-masing agama, yakni: menyembah dan berserah diri kepada Tuhan yang sama, dan menganjurkan berbuat kebaikan pada sesama manusia.

    Saya ingat pada salah satu email yang pernah Anda kirimkan, Anda mengutip Kitab Nahjul Bhalaghah karangan Imam Ali bin Abi Thalib. Bukan main. Itu kitab yang sangat bagus, berisi ajaran-ajaran spiritual yang sangat universal. Para pemuda Muslim saja (terutama yang tinggal di Indonesia) masih banyak yang belum membacanya. Tetapi Anda sudah. Teruskan Bung.

    Saya senang sekali atas kunjungan Anda yang cukup sering ke Jagat Alit, dan saya juga sangat bergembira dengan keinginan Anda untuk menautkan Jagat Alit ke blog Anda. Saya juga akan menautkan https://rawapada.wordpress.com ke blog saya.

    Sukses selalu untuk Anda. Semoga Tuhan senantiasa memberkati Anda, teman-teman Anda, dan seluruh keluarga Anda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: