Kumpulan sajak status FB-ku (I)
KERING AIR
Mengapa kita masih juga bertanya,
Hari setia diselimuti hawa panas
Air ditanah tak lagi dijumpai,
Kering. Tak ada bekas.
Sungai-sungai lama tertidur, membusuk
Burung pun hijrah entah kemana,
Diruang semakin nyata, dunia sesak.
Mencekik beribu kata diantara insan putus asa
Alam masih tersenyum, walau kita bunuh ramai-ramai!
Pambudi Nugroho - 02 September 2011
KOSONG
Aku bertemu dengan diam.
Dan diam pun bertemu helai daun,
Pohon manggaku diam tak berbuah.
Sudah lima ekor nyamuk kutepuk terkapar,
Sekarat diam sayapnya putus.
Sekarang Udara pun bertemu dengan diam,
Diam pun bertemu batu.
Tikus- tikus diam kehabisan lagu.
Diam bukanlah debat soal kehidupan,
Tapi penghayatan intens,
Tak diburu kecemasan apapun.
Dan aku bertemu dengan diam.
Pambudi Nugroho – 01 September 2011
TAFAKUR
Kalau Kaupun bernama keresahan,
Baiklah ikut aku pergi keatas loteng.
Raihlah awan sebagai bantal lehermu.
Biarkan, angin yang terpendam menembus hatimu.
Jauh disana, ada cahaya yang paling mungil.
Menembus sarang burung di tiap pohon.
Dengarlah nyanyian semak belukar pun bercumbu.
Biarkan, angin yang terpendam menegor hatimu.
Jangan ijinkan matamu mengantuk ,
Ulurkanlah ujung jarimu pada rembulan ; Sentuhlah !
Mengalir, meresapi darahmu yang lama kering.
Biarkan, angin yang terpendam menindih hatimu.
Dan Kau tak lagi bernama keresahan.
Pambudi Nugroho – 29 Agustus 2011
AKU DAN KIPAS ANGIN TUAKU
Derit Jerit kipas angin tuaku melabrak sunyi.
Tak bosan menari.
Kebisuannya dirundung kerinduan, Ia ingin lari kencang.
Menemani daun-daun cemara yang rontok.
Terbawa angin liar bukan buatan.
Bebas. Lenyap. Bisu.
Hinggap diatas awan yang tak berawan.
Oh..malam adalah kipas angin tuaku.
Pambudi Nugroho – 27 Agustus 2011
PESAN KEPADA SAHABAT LAMA
Timang-timanglah dirimu.
Juangmu terkulai tertutup debu.
Asamu terhimpit resah yang luas.
Mimpimu mencakar langit tak sampai. Lalu mati! Tak berharga.
Aku mengenalmu, jauh sebelum gedung mall mewah berdiri.
Untuk apa mengeluh? Ratapilah sumur dikebunmu itu.
Yang lama tertinggal.
Pambudi Nugroho – 25 Agustus 2011
Refleksi Takbir
Aku menduga : Embun inikah yang membikin dingin,
Jadi pucat nurani dan kaku Kasih merindu?
Sekali ini aku terlalu sangat dapat jawab kepingin :
Eh, ada bocah telanjang kaki main petasan dengan bayangan !
Gerimis malah mempercepat malam
Pambudi Nugroho – 30 September 2011





